Irwan Zalukhu, SPd., MM
ILMU MANAJEMEN
Masih ingatkah peraut pensil satu ini??
Ini adalah peraut pensil yang banyak dipakai tahun 2000 an. kalo dipikir tidak ada yang menarik pada produk ini. Tapi apabila dipikir secara logika apa sih manfaat cermin di peraut yang banyak pilihan warna tersebut??
Cerita ini saya dapatkan dari seseorang yang saya ajak bercanda. Saya bilang bahwa saya pokonya ingin bahagia apapun itu.
Lalu dia bertanya, "Kamu tau nggak filosofi tentang cermin di peraut??"
Saya langsung diam, bingung.. apa ya??
Hmm.. ternyata dengan entengnya dia menjawab, "Kalo kamu ingin merubah sesuatu bercerminlah dahulu."
Maksud dari kalimat itu adalah bila kamu menginginkan sesuatu untuk merubahnya menjadi lebih baik agar menghasilkan sesuatu yang kamu inginkan nilailah dirimu dahulu.
Mari kita bahas lebih rinci lagi!!
-
Tulisan adalah perjalan kita dalam meraih kesuksesan.
-
Pensil ibarat perantara untuk mewujudkan sesuatu, media, modal dan lainnya.
-
Apabila kandas, butuh Peraut yaitu pola pikir dan semangat bagaimana meruncingkan kembali tujuan agar bisa melanjutkan perjalanan sebuah usaha.
-
Namun dalam kekandasan tersebut,butuh cermin untuk melihat diri sendiri. Selain berfikir, juga harus melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi? apa yang salah? kenapa bisa terjadi? meskipun hal yang kecil/sepele, intropeksi diri dilakukan supaya tak terulang kesalahan yang sama dalam perjalanan yang akan dilanjutkan nanti.
Intinya...
Jangan selalu meremehkan hal yang kecil karena akan berpengaruh besar untuk perjalanan menuju keberhasilan. : )
